Novel Pernikahan Anak SMA Full Episode Selanjutnya

Dropbuy.net – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kembali mengenai novel Pernikahan Anak SMA Full Episode Selanjutnya.

Pada pembahasan sebelumya telah kita bahas secara bersama-sama mengenai novel yang berjudul Pernikahan Anak SMA Full Episode.

Untuk kelanjutannya admin akan memberikannya untuk kamu baca. Berikut adalah novel kelanjutan pada sesi seblumnya yang berjudul Pernikahan Anak SMA Full Episode Selanjutnya.

Pernikahan Anak SMA Full Episode Selanjutnya

Pak ustad memimpin doa, semua yang ada di ruangan menengadahkan tangan. Lalu mengusap kedua tangan di wajah saat doa selesai.
Dengan takzim Yuna menciiuum pungguuung tangan Pangeran. Tanpa membalas apapun, pangeran Cuma melengos. Melakukan semua dengan terpaksa, daripada harus mendekam dipenjara, lebih baik menuruti permintaan papanya.

“Nak Pangeran,” panggilan dari Pak Sarto yang terdengar sangat lirih.
Pangeran menoleh, mendekati pak Sarto tanpa berniat menjawab panggilan itu.

“Bapak tau kamu anak yang baik dan sangat berbakti. Bapak percayakan Yuna, anak bapak satu-satunya padamu. Tolong jaga dia, sayangi dia seperti Bapak dan Ibuk menyayanginya. Jangan membuatnya menangis, nak. Karna dia adalah harta kami yang sangat berharga. Jika kamu tak menyukainya, maka lepaskan dia dengan baik-baik, ingatkan jika dia melakukan kesalahan. Jangan mengasarinya. Bapak percaya sama kamu.”
Tak hentinya air mata membasahi pipi Yuna. Menggenggam tangan bapak dengan sangat erat.

“Umur bapak nggak lama nak, jadi tolong, jaga Yuna. Ja….ga dia.” Kata-katanya sudah kabur, tak lagi terdengar.

Yuna berhambur memeluk bapaknya. Isak tangisnya tumpah seketika. “Yuna mohon pak, bertahanlah. Jangan pergi pak, Yuna nggak punya siapa-siapa. Siapa yang akan memuji Yuna saat Yuna mendapat piala pak? Siapa yang akan nyiapin seragam sekolah Yuna? Yuna nggak mau sendirian pak.

Yuna nggak bisa….hiks..hiks…hiks….jangan pergi, Yuna mohon….bertahanlah sampai Yuna bisa bahagiain bapak.”
Tangisan pilu Yuna mampu menggoyahkan ego dan hati yang membatu. Pangeran meraih tangan pak Sarto. Lelaki yang sudah sah menjadi bapak mertuanya.

Pak Seno ikut menangis mendengar anaknya bicara sungguh-sungguh untuk pertama kalinya. Bu Dina sudah terisak sedari tadi. Pak Dukuh, pak RT, tetangga terdekat dan pak ustad juga ikut larut dalam kesedihan.
“Alkhamdulilah…..” ucapan yang hampir tak terdengar dari mwulut pak Sarto. “Saya bisa pergi dengan tenang.”

Mengelus kepala Yuna yang masih nempel didadanya. “Jadilah istri yang baik nak.” Yuna mengangguk dalam pelukannya.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *